Susu mentah atau tidak dipasteurisasi membawa risiko serius karena berpotensi mengandung bakteri berbahaya. Tidak seperti susu yang telah melalui proses pasteurisasi, susu mentah tidak melewati pemanasan untuk membunuh mikroorganisme. Ini menjadikannya sumber infeksi yang rentan, terutama bagi kelompok dengan daya tahan tubuh yang menurun, seperti lansia, yang memiliki risiko komplikasi kesehatan yang jauh lebih tinggi dan berbahaya.
Bakteri seperti Salmonella, E. coli O157:H7, Listeria, dan Campylobacter dapat ditemukan dalam. Kontaminasi ini bisa berasal dari kotoran hewan, peralatan pemerahan yang tidak bersih, atau infeksi pada sapi itu sendiri. Meskipun sapi terlihat sehat, mereka bisa saja membawa bakteri ini di ambingnya, yang kemudian masuk ke dalam susu saat pemerahan berlangsung.
Konsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit yang ditularkan melalui makanan. Gejalanya bervariasi dari ringan hingga parah, meliputi diare, muntah, kram perut, demam, dan dehidrasi. Bagi individu yang sehat, gejala ini mungkin hanya berlangsung beberapa hari, namun bagi lansia, dampaknya bisa jauh lebih serius, bahkan mengancam jiwa dan dapat berakibat fatal.
Lansia memiliki daya tahan tubuh yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia. mereka tidak sekuat orang dewasa muda dalam melawan infeksi. Oleh karena itu, bakteri yang ada dalam susu mentah dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah dan lebih sulit diobati pada lansia, meningkatkan risiko komplikasi serius dan menyebabkan penurunan kondisi kesehatan.
Komplikasi serius dari infeksi bakteri pada lansia yang mengonsumsi meliputi sindrom uremik hemolitik (HUS) akibat E. coli, yang dapat menyebabkan gagal ginjal. Infeksi Listeria juga sangat berbahaya bagi lansia, dapat menyebar ke otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan meningitis atau ensefalitis yang mengancam jiwa, menunjukkan risiko yang sangat besar.
Organisasi kesehatan di seluruh dunia, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, sangat tidak merekomendasikan konsumsi susu mentah. Mereka secara konsisten menyarankan agar hanya mengonsumsi susu dan produk susu yang telah dipasteurisasi untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan.
Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu pada suhu tertentu dalam waktu singkat untuk membunuh bakteri berbahaya tanpa mengurangi nilai gizi yang signifikan. Proses ini adalah metode yang efektif dan aman untuk membuat susu aman dikonsumsi. Susu mentah tanpa proses ini jauh lebih berisiko dan membahayakan kesehatan, karena bakteri tidak dimatikan.