Banjir bandang yang melanda Blitar menyisakan duka mendalam bagi Prayitno. Tujuh anggota keluarga hanyut banjir Blitar, termasuk anak dan cucunya, kini tak lagi bersamanya. Tragedi ini menjadi pukulan berat yang tak terhingga, menguji ketabahan hati seorang Prayitno yang harus merelakan kepergian orang-orang terkasihnya secara tragis dan mendadak.
Peristiwa pilu ini terjadi saat hujan deras tak henti mengguyur wilayah Blitar, menyebabkan debit air sungai meluap drastis. Luapan air yang begitu cepat dan dahsyat menerjang permukiman, menyeret apa saja yang dilaluinya, termasuk rumah tempat keluarga hanyut banjir Blitar tersebut berada. Musibah ini datang begitu tiba-tiba, tanpa sempat memberi kesempatan untuk menyelamatkan diri.
Prayitno, yang saat kejadian tidak berada di lokasi, baru mengetahui kabar duka tersebut setelah banjir surut. Hati siapa yang tidak hancur mendengar tujuh anggota keluarga hanyut banjir Blitar lenyap dalam sekejap. Air mata tak terbendung, namun ia berusaha tegar di tengah cobaan berat yang menimpanya, mencoba mencari kekuatan di tengah kehancuran.
Tim SAR gabungan, dibantu warga sekitar, segera melakukan pencarian intensif. Namun, kondisi arus yang kuat dan lumpur tebal menjadi tantangan besar dalam upaya menemukan korban. Meskipun demikian, semangat gotong royong dan kepedulian terus membara, berharap ada keajaiban di tengah puing-puing sisa banjir yang merenggut banyak nyawa.
Setelah beberapa hari pencarian, satu per satu jasad kerabat Prayitno ditemukan. Setiap penemuan menambah luka, namun juga memberikan sedikit kelegaan karena setidaknya mereka bisa dimakamkan dengan layak. Proses identifikasi dan pemakaman dilakukan dengan haru, diiringi doa dari seluruh masyarakat yang turut berduka atas keluarga hanyut banjir.
Di tengah kepedihan yang mendalam, Prayitno berusaha ikhlas dan merelakan kepergian ketujuh kerabatnya. Ia yakin, ada hikmah di balik setiap musibah, meskipun pahit. Dukungan dari tetangga, kerabat, dan pemerintah menjadi kekuatan baginya untuk bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan hidup di tengah sisa-sisa kenangan yang ada.
Tragedi keluarga hanyut banjir Blitar ini menjadi pengingat bagi kita semua akan dahsyatnya kekuatan alam dan pentingnya kesiapsiagaan bencana.