Penhold Grip adalah gaya memegang bet tenis meja yang unik, menyerupai cara seseorang memegang pena. Gaya ini umumnya lebih dominan digunakan oleh pemain Asia, terutama di Tiongkok, dan dikenal karena fokusnya pada penggunaan satu sisi bet saja untuk sebagian besar pukulan. Meskipun berbeda dari, menawarkan keunggulan tersendiri dalam kecepatan dan putaran bola yang dihasilkan.

Karakteristik utama adalah posisi jari telunjuk dan ibu jari yang mencengkeram gagang bet di bagian depan, sementara jari-jari lain dilipat di belakang. Ini memberikan fleksibilitas luar biasa pada pergelangan tangan, memungkinkan pemain menghasilkan putaran bola yang ekstrem dan pukulan cepat dari jarak dekat meja. Kemampuan ini menjadi ciri khas banyak pemain agresif yang menggunakan gaya pegangan ini.

Pemain yang menggunakan seringkali sangat kuat dalam pukulan forehand dan servis dengan putaran yang sulit ditebak. Mereka dapat dengan mudah mengubah sudut bet untuk menciptakan spin atas, spin bawah, atau sidespin yang membingungkan lawan. Kecepatan dan agresivitas serangan mereka dari area dekat meja seringkali menjadi senjata mematikan, membuat lawan kesulitan untuk mengantisipasi pukulan.

Namun, dominasi satu sisi bet ini juga menjadi tantangan utama Pemain harus mengembangkan teknik khusus untuk mengatasi area backhand mereka, seringkali dengan menggunakan reverse penhold backhand (RPB) atau mengandalkan gerak kaki yang sangat cepat untuk memposisikan diri agar dapat memukul bola dengan forehand. Ini membutuhkan pengembangan diri dan latihan yang intens.

Ada dua varian utama Penhold Grip: Chinese Penhold dan Japanese/Korean Penhold. Chinese Penhold lebih fokus pada fleksibilitas pergelangan tangan untuk loop dan flick, sementara Japanese/Korean Penhold cenderung menggunakan bet dengan blade yang lebih panjang untuk smash dan blok. Pemilihan varian ini disesuaikan dengan gaya bermain dan kekuatan masing-masing pemain, sehingga memiliki gerakan yang fleksibel sesuai kebutuhan.

Meskipun Penhold Grip telah menjadi ikon dalam sejarah tenis meja Asia, popularitasnya sedikit menurun di era modern dengan robot pertanian dan teknologi bet yang lebih canggih. Namun, masih banyak pemain top yang membuktikan efektivitas gaya ini, menunjukkan bahwa dengan dedikasi dan latihan yang tepat, Penhold Grip tetap menjadi senjata mematikan di tangan yang ahli, mampu meningkatkan rasa percaya diri.