Selain makna spiritualnya, Gordang Sambilan juga memiliki versi lain yang mengaitkannya dengan kekuasaan. Ada yang meyakini bahwa kata ‘sambilan’ merujuk pada sembilan raja yang berkuasa di Mandailing Natal. Hal ini menjadikan Gordang Sambilan bukan hanya alat musik, tetapi juga simbol kekuatan dan identitas para pemimpin Mandailing.

Pada masa lalu, setiap kali seorang raja baru naik takhta, Gordang Sambilan akan dimainkan untuk menandai peristiwa tersebut. Iramanya yang megah dan berwibawa adalah simbol kekuatan dan legitimasi kepemimpinan. Bunyi gendang ini mengumumkan kepada seluruh rakyat bahwa kekuasaan telah berpindah tangan dengan sah.

Gordang Sambilan juga dimainkan dalam upacara penyambutan tamu kehormatan atau utusan dari kerajaan lain. Kehadiran alat musik ini menunjukkan kebesaran dan status tuan rumah. Bunyi yang bergemuruh dari sembilan gendang ini adalah simbol kekuatan Mandailing di mata para kerajaan tetangga, mengukuhkan dominasi mereka.

Bahkan dalam keadaan perang, Gordang Sambilan memiliki peran strategis. Iramanya digunakan untuk membangkitkan semangat para prajurit dan memberikan aba-aba di medan tempur. Di sini, Gordang Sambilan tidak hanya menjadi musik, tetapi juga simbol kekuatan mental dan kesatuan dalam menghadapi musuh.

Para pemain Gordang Sambilan, atau margondang, memegang peranan penting. Mereka adalah orang-orang terpilih yang menguasai teknik dan irama yang tepat untuk situasi-situasi tertentu. Mereka juga dianggap sebagai penjaga tradisi dan warisan budaya, serta dipercaya memiliki hubungan dekat dengan para raja.

Meskipun sistem kerajaan telah lama berakhir, simbol kekuatan Gordang Sambilan tetap hidup. Alat musik ini masih digunakan dalam acara-acara adat yang melibatkan tokoh masyarakat atau pemimpin lokal. Kehadirannya mengingatkan pada masa lalu yang penuh dengan kebesaran.

Kisah Gordang Sambilan sebagai simbol kekuatan adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Mandailing. Alat musik ini menjadi cerminan dari struktur sosial dan politik yang pernah berlaku, sebuah warisan yang terus dihormati.

Memahami Gordang Sambilan dari sudut pandang ini memberikan kita wawasan yang lebih luas tentang budaya Mandailing, di mana seni dan kekuasaan berjalan beriringan, membentuk identitas yang kuat dan unik.