Kue Tradisional dan ragam variasi bakpao hangat menjadi bintang utama dalam gelaran festival kuliner Nusantara yang berlangsung sangat meriah di Banyuwangi. Festival tahunan ini menyajikan puluhan stan kuliner yang menjajakan aneka jenis jajanan pasar dan kue legendaris resep warisan leluhur. Kehadiran ragam kue tradisional yang autentik berhasil menyedot perhatian ribuan wisatawan lokal maupun luar daerah yang memadati lokasi acara sejak pagi. Selain memanjakan lidah para pengunjung, festival kuliner ini bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman resep masakan dan jajanan khas daerah.

Para peserta festival yang terdiri dari para pembuat kue senior dan pelaku UMKM kuliner memamerkan keahlian mereka dalam mengolah adonan secara langsung. Bakpao dengan aneka isian modern seperti cokelat lumer, keju, hingga isian daging tradisional menjadi salah satu produk paling diburu pembeli. Aroma harum jajanan pasar yang baru matang memenuhi seluruh area festival dan menggugah selera para pengunjung yang melintas. Keberadaan sajian kue tradisional khas Banyuwangi seperti kue kucur dan bagiak turut menambah kekayaan variasi jajanan yang dipamerkan di stan-stan kuliner.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong promosi kuliner lokal sebagai salah satu pilar utama penggerak pariwisata daerah yang sangat potensial. Festival ini tidak hanya menjual jajanan, tetapi juga menggelar lomba pembuatan bakpao dan penataan tampah jajanan pasar antar kecamatan. Kreativitas para peserta dalam memadukan bahan lokal seperti ubi ungu dan nangka menjadi nilai tambah penilaian juri profesional. Semangat berkompetisi secara sehat ini memicu lahirnya inovasi produk kuliner baru yang bernilai jual tinggi di pasar.

Dampak ekonomi langsung dari penyelenggaraan festival kuliner ini sangat dirasakan oleh para pedagang kecil yang meraih omzet penjualan berlipat ganda. Bahan baku pembuatan kue seperti tepung, gula, dan kelapa dipasok langsung dari petani lokal sehingga menggerakkan perekonomian perdesaan secara menyeluruh. Kemasan produk yang ramah lingkungan menggunakan daun pisang dan besek bambu diprioritaskan demi menjaga keaslian tradisi dan kebersihan lingkungan. Transaksi non-tunai juga disediakan di setiap stan untuk memudahkan para pembeli melakukan pembayaran secara praktis.

Festival Bakpao dan Jajanan Pasar ini ditutup dengan pengumuman pemenang lomba serta pesta pertunjukan seni budaya daerah Banyuwangi yang memukau. Wisatawan mengaku sangat terkesan dengan keramahan warga serta kelezatan ragam kuliner khas yang disajikan sepanjang acara berlangsung. Keberhasilan acara ini makin memperkuat julukan Banyuwangi sebagai destinasi wisata festival kuliner yang kreatif dan menarik di Indonesia. Jajanan tradisional pun terbukti tetap dicintai dan mampu bersaing di tengah maraknya kuliner modern masa kini.