Hari: 10 April 2025

Aksi Balap Liar di Jalan Kedung Surabaya Dibubarkan, Polisi Amankan Sejumlah Pemuda dan Kendaraan

Surabaya – Aksi balap liar yang meresahkan warga di sepanjang Jalan Kedung Surabaya akhirnya ditindak tegas oleh aparat kepolisian. Pada Minggu dini hari, 13 April 2025, sekitar pukul 02.30 WIB, tim gabungan dari Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan sejumlah pemuda dan kendaraan yang terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut. Penertiban ini dilakukan setelah banyaknya laporan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan kebisingan dan potensi bahaya yang ditimbulkan oleh balap liar.

Operasi penertiban yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya, Komisaris Polisi Arif Fadillah, melibatkan puluhan personel yang disebar di beberapa titik strategis di sepanjang Jalan Kedung Surabaya. Petugas berhasil mengamankan sedikitnya 15 orang pemuda yang kedapatan sedang melakukan balap dan puluhan sepeda motor yang tidak соответствуют standar keselamatan, seperti tidak memiliki spion, knalpot brong, dan tanpa plat nomor.

“Kami menerima banyak laporan dari warga terkait aktivitas balap yang sangat mengganggu, terutama di malam hari. Selain menimbulkan kebisingan, aksi ini juga sangat berbahaya bagi para pelaku dan pengguna jalan lainnya,” ujar Kompol Arif Fadillah di lokasi penertiban. Beliau menambahkan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Para pemuda yang diamankan kemudian dibawa ke Markas Polrestabes Surabaya untuk dilakukan pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut. Selain diberikan sanksi tilang atas pelanggaran lalu lintas, mereka juga diberikan pembinaan mengenai bahaya dan dampak negatif dari balap liar. Sementara itu, sepeda motor yang tidak соответствуют standar akan ditahan hingga pemilik dapat menunjukkan surat-surat kendaraan yang lengkap dan melakukan perbaikan sesuai standar.

Penertiban balap liar di Jalan Kedung Surabaya ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polrestabes Surabaya dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib. Pihak kepolisian mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama di malam hari, agar tidak terjerumus dalam kegiatan ilegal dan berbahaya seperti balap liar.

Lebih lanjut, Kompol Arif Fadillah menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli rutin dan menindak tegas setiap pelaku balap liar di wilayah hukum Polrestabes Surabaya. “Kami berharap dengan tindakan tegas ini, dapat memberikan efek jera dan mencegah terjadinya kembali aksi balap liar di Surabaya,” pungkasnya.

{ Comments are closed }

Mengungkap Keunikan Suku Tengger: Harmoni Budaya di Kaki Gunung Bromo yang Megah

Di tengah lanskap dramatis dan keindahan alami Gunung Bromo, Jawa Timur, hidup sebuah komunitas masyarakat adat yang mempesona: Suku Tengger. Keunikan mereka terpancar dari tradisi, kepercayaan, bahasa, dan cara hidup yang terjalin erat dengan gunung suci tersebut. Menjelajahi keunikan Suku Tengger adalah memahami harmoni antara manusia dan alam yang telah terjaga selama berabad-abad.

Kepercayaan Sinkretis yang Menghormati Alam:

Salah satu keunikan utama Suku Tengger adalah sistem kepercayaan mereka yang merupakan perpaduan antara agama Hindu dengan elemen-elemen animisme dan penghormatan leluhur. Gunung Bromo bagi mereka bukan hanya sekadar gunung, melainkan entitas suci yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya Sang Hyang Widhi Wasa dan roh para leluhur. Hal ini tercermin dalam upacara Yadnya Kasada atau Kasodo, di mana mereka melarung sesaji ke kawah Bromo sebagai wujud syukur dan permohonan berkah.

Tradisi dan Adat Istiadat yang Kaya:

Suku Tengger memiliki beragam tradisi dan adat istiadat yang masih kuat dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Struktur sosial mereka dipimpin oleh kepala desa dan tokoh agama atau dukun yang memiliki peran penting dalam ritual dan kehidupan spiritual masyarakat. Mereka menjunjung tinggi nilai gotong royong dan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Siklus hidup masyarakat Tengger diwarnai dengan berbagai upacara adat yang unik, mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian, yang semuanya sarat akan simbolisme dan makna filosofis.

Bahasa Khas dan Dialek Tengger:

Bahasa yang digunakan oleh Suku Tengger adalah bahasa Jawa dialek Tengger. Dialek ini memiliki ciri khas tersendiri, dengan beberapa perbedaan kosakata dan intonasi dibandingkan dengan bahasa Jawa yang digunakan di wilayah lain.

Pakaian Adat yang Sederhana Namun Bermakna:

Pakaian adat Suku Tengger juga memiliki keunikan tersendiri. Laki-laki biasanya mengenakan kemeja hitam, sarung kotak-kotak, dan penutup kepala berupa udeng. Sementara perempuan mengenakan kebaya sederhana dan kain sarung.

Harmoni Kehidupan dengan Lingkungan Bromo:

Kehidupan Suku Tengger sangat bergantung pada alam sekitar Gunung Bromo. Mereka umumnya berprofesi sebagai petani dengan hasil bumi utama berupa sayuran, kentang, dan jagung yang tumbuh subur di tanah vulkanik.

{ Comments are closed }

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org