Hari: 11 Mei 2025

Misteri Kematian Calon Pramugari, Makam di Medan Dibongkar

Kematian seorang calon pramugari di Medan, Sumatera Utara, menyisakan misteri dan duka mendalam bagi pihak keluarga. Merasa ada kejanggalan dalam kematian Ade Nurul Fadillah (19), seorang siswi sekolah penerbangan, pihak keluarga meminta agar makamnya dibongkar untuk dilakukan autopsi ulang. Langkah ini diambil demi mengungkap penyebab pasti kematian Ade yang dinilai tidak wajar.

Ade Nurul Fadillah menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 1 Oktober 2024, saat menjalani pendidikan di Sumatera Flight Education Center di Medan. Pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan pada jenazah korban, termasuk luka lebam di leher, punggung, dan rusuk, serta jari-jari tangan dan kaki yang membiru. Temuan ini menimbulkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan yang menjadi penyebab kematian Ade.

Kuasa hukum keluarga korban, Thomy Faisal Sitorus Pane, mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kejadian ini ke Polda Sumatera Utara dan berharap proses ekshumasi serta autopsi dapat segera dilakukan. Keluarga berharap kebenaran dapat terungkap dan penyebab kematian Ade dapat diketahui secara jelas.

Fokus Investigasi Misteri Kematian Calon Pramugari:

  • Permintaan Keluarga: Pembongkaran makam untuk autopsi ulang.
  • Kejanggalan Fisik: Luka lebam di leher, punggung, rusuk, dan jari biru.
  • Dugaan Kekerasan: Kecurigaan adanya tindak kekerasan sebagai penyebab.
  • Laporan ke Polisi: Keluarga resmi melapor ke Polda Sumut.
  • Proses Ekshumasi: Makam dibongkar pada Jumat, 1 November 2024 di Kisaran, Asahan.
  • Autopsi Ulang: Dilakukan oleh tim forensik untuk mencari penyebab pasti kematian.

Pihak kepolisian telah melakukan ekshumasi dan autopsi ulang terhadap jenazah Ade. Lebih dari sepuluh saksi juga telah diperiksa terkait kasus ini. Hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik Polda Sumut menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan atau zat beracun di tubuh korban. Meskipun demikian, polisi menyatakan akan terus menyelidiki penyebab kematian Ade dan akan melakukan gelar perkara khusus dengan pihak rumah sakit, keluarga, dan dokter forensik.

Kasus ini masih menjadi perhatian publik dan pihak keluarga berharap agar misteri kematian Ade Nurul Fadillah dapat segera terungkap dengan jelas.

{ Comments are closed }

Geger! Plafon Food Court Grand City Surabaya Ambruk: Diduga Akibat Rembesan Air, Manajemen Pastikan Tak Ada Korban Serius

Sebuah insiden mengejutkan menggemparkan pusat perbelanjaan ternama di Surabaya, Grand City Mall, pada Jumat siang, 2 Mei 2025, sekitar pukul 13.15 WIB. Sebagian plafon food court yang terletak di lantai 4 mall tersebut tiba-tiba ambruk, sontak memicu kepanikan massal di antara ratusan pengunjung dan pekerja yang sedang beraktivitas di area tersebut. Suara gemuruh keras saat material plafon berupa campuran gypsum dan rangka besi berjatuhan menciptakan pemandangan yang mencekam.

Menurut kesaksian sejumlah pengunjung yang berada di lokasi kejadian, ambruknya plafon food court Grand City Surabaya terjadi secara tiba-tiba. “Saya lagi pesan makan, tiba-tiba ‘brukkk!’ debunya langsung banyak sekali. Semua orang langsung lari,” ujar Santi (28 tahun), salah satu pengunjung yang sempat merekam detik-detik kepanikan melalui ponselnya. Beberapa saksi juga menyebutkan adanya tetesan air dari plafon beberapa saat sebelum kejadian, mengindikasikan adanya permasalahan pada struktur atap atau saluran air di atasnya.

Pihak manajemen Grand City Mall, melalui Public Relations Manager mereka, Ibu Ratna Sari, segera memberikan keterangan resmi kepada awak media. Beliau menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan memastikan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan pengunjung dan pekerja. Dugaan sementara penyebab ambruknya plafon food court adalah adanya rembesan air hujan yang terjadi beberapa hari sebelumnya, yang mengakibatkan material plafon menjadi lembap dan tidak mampu menahan beban. Namun, investigasi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pastinya. Ibu Ratna Sari juga menegaskan bahwa tim keamanan dan teknisi mall bergerak cepat untuk mengevakuasi area dan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka serius akibat insiden tersebut. Beberapa pengunjung yang mengalami syok telah mendapatkan penanganan dari tim medis mall.

Kapolsek Genteng, Kompol [Asumsikan Nama Kapolsek: Bayu Adhitya], bersama tim identifikasi dari Polrestabes Surabaya, juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada sore harinya. Garis polisi telah dipasang di area food court yang ambruk untuk kepentingan penyelidikan. Polisi akan memeriksa kualitas material plafon, struktur bangunan, serta riwayat pemeliharaan mall untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian yang menyebabkan insiden ini. Beberapa saksi mata, termasuk pengunjung dan pekerja food court, telah dimintai keterangan.

{ Comments are closed }

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org